Naskah Kuno ( Takepan, Pepaosan)

Kembali Mengenal Budaya Melalui Naskah Kuno
                 Pantai Impos KLU, Tanjung

Teruntuk kalian pemuda pemudi di era milenial ini, mungkin ini bisa menjadi sarana untuk menilik ke masa lalu. Kali ini kami khususnya saya sendiri akan berbagi cerita tentang pengalaman dibalik liburan saya yang mungkin dapat dipetik sebagai pelajaran. Beberapa hari yang lalu, tepatnya Minggu 20 Oktober 2019, saya dan kawan-kawan melakukan perjalanan ke sebuah daerah yaitu KLU (Kabupaten Lombok Utara) tepatnya di desa Tanjung, Dusun Karang Raden . Waktu perjalanan menuju daerah tersebut dari Narmada memakan waktu sekitar 2 jam lebih. Awalnya hanya berniat untuk liburan, tetapi dulu pernah mendengar cerita tentang Naskah Kuno dari seorang teman, sehingga liburan kemarin juga saya manfaatkan untuk mencari tahu tentang naskah kuno yang konon katanya keberadaannya dapat kita temukan di desa-desa terpencil, seperti daerah KLU desa Tanjung,  Dusun Karang Raden ini. Selepas dari pantai saya mulai mencari sumber atau orang yang dapat ditanyakan tentang Naskah Kuno tersebut. Nasib baik saya memiliki seorang teman yang kebetulan berasal dari KLU juga, yaitu bagian Tanjung dan kebetulan mengenal seseorang yang bisa memberikan saya informasi. Jadi, disana saya diantarkan ke rumah narasumber tersebut yang tentunya sudah mendapat izin terlebih dahulu. Di desa ini dikenal sosok yang bernama Datu Artadi, beliau berusia 78 tahun yang mempunyai peranan sangat penting di desa tersebut, yaitu sebagai Pemangku Adat se-KLU. Datu mendapat Naskah dari peninggalan orangtua pada zaman dulu sekitar tahun 1950-an dan diwajibkan mempelajari pada waktu itu, Sd pun sudah mulai belajar.
Di kediaman beliau, saya disambut dengan sangat ramah oleh Datu Artadi dan Istri beserta anaknya. Setelah mengutarakan maksud kedatangan saya, beliau merasa sangat senang karena masih ada yang ingin mengetahui tentang Naskah Kuno. Dari sinilah percakapan kami dimulai mengenai naskah kuno tersebut.

                Narasumber : Datu Artadi

Berdasarkan informasi yang saya dapat, ternyata sejarah  Naskah Kuno itu masuk sebelum Islam dan ada juga yang sesudah Islam. Jadi, dulu di zaman Hindu naskah kuno banyak masuk anatara lain, Ramayana, Mahabrata dan Arjuna Sastra Bahu. Pada saat itu tentunya yang masuk itu cerita-cerita tentang mereka, yaitu bagaimana Hindu itu. Belakangan setelah Islam, terutama setelah masuknya Wali ullah (para wali) ke daerah kita bagian utara khususnya. Mulai berkembang lagi naskah kuno yang nuansanya nuansa Islam. Naskah kuno ini sering disbut dengan istilah Takepan , naskah kuno ini bukunya (kitab) ada yang terbuat dari kertas dan ada yang terbuat dari lontar yang ditulis oleh nenek moyang menggunakan pemaja pangon.
  • Adapun jenis-jenis dari Takepan ini yaitu :
1. Serat Menak 7. Dalang Jati 13. Kisasul Ambia
2. Wedatama 8. Tekawardi 14. Lahir Nabi
3. Tapel Adam 9. Kalamwadi 15. Mikrad Nabi
4. Hana Kidung 10. Jati Swara 16. Marakarma
5. Damar Wulan 11. Nabi Meparas 17. Jaka Tarub
6. Serat Hidayat Jati 12. Nur Muhammad 18. Panji Wulung
19. Monyeh
         Dari sekian jenis Takepan hanya ada beberapa yang dipaparkan secara umum, seperti Serat Menak yang dikarang oleh Raden Mas Ngabehi Yasadipura yang merupakan orang Jawa Pujangga Keraton Solo dengan menggunakan huruf Jawa. Yang pertama isinya tentang penyebaran islam oleh Amir Hamzah atau biasa disebut dengan Jayeng Rana. Kedua, berisi tentang kesatriaan, yaitu bagaimana Jayeng Rana ini mengalahkan musuh-musuhnya untuk mengislamkan, tetapi sedikit keras pada zaman itu seperti perang contohnya sedangkan kalau sekarang sudah berbeda yaitu dengan pidato-pidato atau dakwah Islam. Ketiga, berisi tentang Romantisme yaitu bagaimana merajut kasih atau hubungan percintaan baiknya jika dilakukan secara santun dan sangat sopan yang dilakukan oleh Amir Hamzah (Jayeng Rana). Terutama pada suatu ketika anak dari sang Raja China yaitu Dewi Hendanigar ia merupakan seorang panglima prajurit di negeri China yang sakti. Ia jatuh cinta kepada Jayeng Rana tetapi Jayeng Rana tidak mau karena Dewi Hendanigar pernah mengirim surat karena tidak bisa bertemu dengannya, namun surat tersebut malah jatuh ke tangan mertua si Jayeng Rana yang memang sudah mempunyai istri. Saking tergila-gilanya, putri China ini menculik Jayeng Rana (dipasangkan Sirep) dan tertidur di kemahnya. Lalu ia dibawa ke sebuah gua oleh putri China ini dan dirayu. Namun, Jayeng Rana tetap menolak karena tidak mungkin  ia menikah dengan mertuanya dimana putri China ini bersurat kepada mertuanya si Jayeng Rana, itulah sebabnya mengapa Jayeng Rana menolak tapi tetap dengan sopan dan santun. Yang keempat itu ada Nur Muhammad yaitu dimana nur berarti cahaya, maka nur Muhammad ini berisikan tentang ajaran-ajaran agama yang dibawa oleh nabi (rasulullah saw). Sebenarnya masih banyak lagi lainnya, ini hanya gambaran secara umum dari 10 macam isi yang ada di dalam Serat Menak.
Setiap naskah punya fungsi dan manfaat yang berbeda, naskah tersebut ada untuk mengiringi kehidupan yang dilakukan oleh kita sebagai manusia. Apalagi di zaman sekarang ini, dalam naskah tersebut juga diajarkan bagaimana kita memfilter budaya yang berasal dari luar yang tidak sesuai dengan budaya kita. Seperti yang diungkapkan oleh Datu Artadi " Manusia mati ada kuburannya, Budaya mati dimana tempat kucari pusarannya? ".
Berikut contoh naskah, naskah ini disebut dengan Nur Muhammad. Ini bentuk copyannya karena untuk yang asli tidak bisa diperlihatkan ke orang luar karena merupakan warisan turun temurun dari leluhur atau nenek moyang sehingga harus dijaga dengan baik.
  • Adapun abjad Aksara yang terdapat dalam Naskah Kuno, yaitu :
  1. Jawa 20 abjad 
  2. Lombok 18 abjad 
  • Masuk ke Lombok itu ada 2 perkiraan yaitu:
1. Terminus Adquo (perkiraan awal) pada abad XI
2. Terminus Adquen (perkiraan awal) pada abad XVI (masuknya agama islam dibawa para Walisongo).
  • Berikut juga beberapa nama tembang dan penulisnya serta Pada Lingsa ( Jumlah baris dalam 1 bait ):
1.Asmara Dana (7 baris) = Sunan Giri
2.Megat Ruh (5 baris ) = Sunan Giri
3.Sinom (9 baris ) = Sunan Giri
4.Durma (7 baris ) = Sunan Bonang
5.Pucung (4 baris ) = Sunan Gunung Jati
6.Dang DangGula (10 baris)= Sunan Kalijaga
7.Pangkur (7 baris ) = Sunan Muria
8.Mijil (6 baris ) = Sunan Geseng
9.Kinanti (6 baris ) = Sunan Pajang
10.Mas Kumambang (4 baris ) = Tidak jelas
11.Gambuh (5 baris ) = Tidak jelas
12.Giris (8 baris ) = Tidak jelas
            Pepaosan, paos yang berarti baca, pepaosan juga disebut denagan tembang. Orang yang melakukan pepaosan ini biasa disebut dengan nembang. Ada juga Berugak pepaosan yang disebut Kagungan, yaitu berugak yang digunakan sebagai tempat membaca naskah sastra tradisi berupa upacara ada (Gawe Ayu dan Gawe Pati/Ala).
  • Adapun berbagai versi tembang yang ada di wilayah sasak ini, yaitu :
- Tembang Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kodya.
- Tembang Lombok Utara
  • Acara pepaosan dilakukan oleh banyak orang, sekurang-kurangnya ada tiga orang yang melakukannya, yaitu :
1. Juru Pemaos ( yang membaca )
2. Juru Pujangga ( penterjemah )
3. Penyokong ( pendukung juru pemaos )
  • Tradisi Pepaosan ini juga memiliki maksud-maksud tertentu seperti :
- Gawe Pati bertujuan untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan, biasanya yang dibaca ialah takepan Tapel Adam atau takepan yang bernuansa Agama.
- Gawe Ayu bertujuan untuk menambah semarak gawe , biasanya yang dibaca adalah Serat Menak dll.

Sekian tulisan dari saya, semoga bermanfaat.
 Terimakasih!

Komentar

  1. Semangat terus, sangat bermanfaat.
    Ditunggu tulisan selanjutnya !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, insyaallah pastinya, doakan saja 😊

      Hapus
  2. Informasinya sangat bermanfaat banget, kita jadi bisa tau tentang naskah kuno yang jarang banget anak muda tau di era sekarang ini

    BalasHapus
  3. Keren.. lumayan buat nambah2 ilmu 👍

    BalasHapus
  4. Kerennn, sangat menambah wawasan
    Di tunggu untuk kelanjutannya

    BalasHapus
  5. Wah... dengan naskah kuno, kita dapat mengetahui berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat masa lalu. Kita mendapatkan nilai" kebaikan yg bisa kita terapkan saat ini.💪💪👌

    BalasHapus
  6. Tetap berkarya dan semoga selalu bermanfaat buat orang banyak,, terbaik memang sidee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga tetap greget buat artikel selanjutnya 😉

      Hapus
  7. Mantul banget artikelnya mbak, bermanfaat buat anak2 muda sekarang 👍

    BalasHapus
  8. Mantul👍 sagat bermamfaat untuk kaum generasi pemuda

    BalasHapus
  9. Bgus bngtz artikel nya ..ttp berkarya dan Menginspirasi kaum Milenial 👍

    BalasHapus
  10. Tulisannya lengkap, jadi seneng baca. Terimakasih mia atas ilmunya😊

    BalasHapus
  11. Beberapa ada hal yg salah dalam penulisannya, seperti KLU seharusnya Kabupaten tapi yg ditulis kecamatan. Kemudian nabi kita Muhammad menggunakan "saw" bukan "as" kemudian pada paparan jenis takepan padahal ada 19, tapi yg dituliskan dari 10 macam. 😂 Tapi dari keseluruhan bagus 👍 semangat terus untuk admin 🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasii banyak atas kritik dan sarannya wan, sangat bermanfaat sekali, sehingga kedepannya bisa jauh lebih fokus dan lebih baik lagi menulisnya😊👍

      Hapus
  12. Ttp semangat jadikan kesalahan itu semangat baru,good job

    BalasHapus
  13. Keren, memberi wawasan baru, bahwa naskah kuno itu masih dijaga keutuhanya

    BalasHapus
  14. Bagusnih, bisa menambah pengetahuan pembaca. Semangat ditunggu tulisan berikutnya...

    BalasHapus
  15. Mantullll, semoga cerita selnjutnya lebih bgus

    BalasHapus
  16. Mantullll, semoga cerita selnjutnya lebih bgus

    BalasHapus
  17. Menurut saya novel ini sangat bagus Dan menambah wawasan Kita terutama untuk anak muda masa kini menjadi Lebih Tau. Tapi menurut saya Ada kesalahan sedikit di setiap penulisannya misalnya di paragraph pertama harus diawali huruf besar Dan memulai penulisannya agak tengah agar membentuk paragraph.Karna paragraph itu penting untuk membuat tulisan Kita menjadi sangat rapi Dan satu lagi koreksi saya setiap kalimat diakhiri dengan titik itu penulisannya harus menggunakan huruf besar Dan penulisannya jugak Harus agak tengah. ..itu saja sih koreksi dari saya.
    Semoga menjadi Lebih sukses Dan bisa membuat buku yang lainnnya..semanggattttt😀😀😄💪🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Terimakasih atas kritik dan saran yang tentunya sangat bermanfaat bagi penulis, kedepannya insyaallah bisa lebih baik lagi😊🙏

      Hapus
  18. Artikelnya bagus memotivasi kita.. kembangkan 👍

    BalasHapus
  19. Wah bagus tulisannya kak..semoga bermanfaat😅

    BalasHapus
  20. Terbaik zaina mulee uchhhh, udah ku komen ya hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kartu Pusaka (Nyeput)